Cara Budidaya Ikan Gurame

Yoo.. terimakasih telah mengunjungi osabaso.blogspot.co.id, kali ini saya akan membahas tentang Cara Budidaya Ikan Gurame. Ikan gurame memiliki pasar yang cukup bagus di Indonesia dan memiliki harga yang tergolong mahal, sehingga budidaya ikan gurame ini cukup menjanjikan untuk di kembangkan oleh para pembudidaya

Ikan gurami (osphronemus goramy) adalah jenis ikan air tawar yang popular dan di sukai sebagai ikan konsumsi di asia tenggara dan asia selatan. Ikan gurame sangat di gemari sebagai ikan konsumsi karena memiliki daging yang padat, rasa yang enak dan gurih. Ikan gurame juga sering di jadikan ikan hias akuarium.

Cara Budidaya Ikan Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame di bagi menjadi 3 bagian karena pertumbuhan ikan gurame yang tergolong lambat. Ketiga bagian tersebut adalah :
  1. Pembibitan : pembudidaya menyiapkan induk gurame (jantan dan betina) untuk di pijahkan (bertelur)
  2. Pendederan : pembudidaya menetaskan telur menjadi larva hingga ikan gurame mencapai ukuran tertentu, biasanya ukuran 125 gram/ekor atau 8 ekor/kg
  3. Pembesaran : pembudidaya membesarkan ikan gurame dari ukuran 125 gram/ekor menjadi 400 gram hingga 1 kg/ekor, umumnya di sebut sebagai ukuran konsumsi

1. Pembibitan
Pembibitan dapat di lakukan di kolam tanah, kolam semen, atau kolam pastik/terpal. Umumnya untuk melakukan pembibitan di lakukan pada kolam tanah, karena induk gurame akan terangsang dan segera memijah pada kolam tanah yang sudah di keringkan terlebih dulu di bawah sinar matahari selama 3-4 hari. Pasangan induk gurame terdiri dari 3 ekor betina dan 1 ekor jantan. induk yang baik adalah ikan gurame yang sudah berusia 3 tahun atau lebih, dengan bobot lebih dari 3kg/ekor. Setiap induk gurame betina dapat menghasilkan 3.000 hingga 10.000 butir telur.

Ketinggian air pada kolam pembibitan antara 80 – 100 cm agar induk gurae dapat dengan leluasa membangun sarangnya untuk bertelur, ikan gurame yang hidup di alam liar biasanya membangun sarang dengan menggunakan bahan dari rumput kering sekitar tepi danau, rawa, sungai. Para pembubidaya biasanya menyiapkan bahan sarang berupa rumput kering, ijuk atau sabut kelapa yang sudah di sisir. Umumnya pembudidaya sering menngunakan ijuk karena mudah di dapat.

Setelah 3-7 hari sejak penempatan induk di dalam kolam, induk gurame akan membuat sarang dari bahan yang telah di sediakan. Pembubidaya biasanya menggunakan ijuk, induk gurame akan mengambil serat-serat ijuk dan menganyam sarang menyerupai sarang burung. Induk betina gurame akan menempatkan telurnya pada sarang dan induk jantan gurame akan myemprotkan spermanya pada kumpulan telur di dalam sarang

2. Pendederan
Setelah sperma dan sel telur dari induk sudah menyatu para pembudidaya akan mengambil sarang dengan hati-hati, dan mengeluarkan ribuan telur serta menmpatkan pada wadah yang di gunakan untuk penetasan berupa akuarium, kolam/bak semen, bak fiber dan lain-lain.

Setelah 2 hari sejak penempatan telur di dalam wadah penetasan, telur akan menetas menjadi larva. Proses penetasan telur yang terbuahi kan berlang sung selama 4-5 hari. Larva yang sudah bergerak dan berenang tidak memerlukan makanan karena masih menggendong persediaan makanan berupa kuning telur. Pembudidaya harus menyiapkan pakan setelah larva berumur 10 hari.

3. Pembesaran
Pembesaran ini adalah lanjutan dari pendederan, benih dari pendederan di besarkan hingga mencapai ukuran konsumsi dengan bobot rata-rata 500gram/ekor. Namun untuk melakukan panen di sesuaikan dengan permintaan dari konsumen.

Pembesaran di Kolam Tanah

Persiapan kolam
Lakukan pengeringan kolam selama 3 hari hingga tanah tampak retak, jika tanah sudah terlihat retak itu artinya tanah sudah benar-benar kering dan bebas dari bibit penyakit. Sebelum di isi air kolam di pupuk terlebih dulu dengan pupuk kandak dari kotoran ayam yang sudah kering sebanyak 500 gram/m2 dan kapur sebanyak 25 gram/m2.

Perawatan dan pemberian pakan
Pada pembesaran di beri pakan berupa pelet yang mengandung 25% protein, pakan tersebut di berikan 2-3 kali setiap hari sebanyak 1% dari total bobot benih. Sementara itu pakan tmabahan berupa dedaunan di berikan setiap hari sebanyak 10% dari total bobot benih/

Lama pembesaran
Untuk menghasilkan ikan gurame sebesar bungkus rook atau 10-12 ekor/kg di butuhkan waktu 75-100 hari. Gurame sebesar ini sudah bisa di panen dan di jual atau di besarkan lagi sampai 90-100 hari hingga mencapai ukuran konsumsi sebesar 500 gram/ekor

Itulah penjelasan tentang Cara Budidaya Ikan Gurame. Hanya sedikit pengetahuan saya tentang budidaya ikan gurame ini, kurang atau lebihnya mohon di maafkan.. semoga bermanfaat..



Sumber : 
  • http://1001budidaya.com/pembesaran-ikan-gurame/
  •  https://id.wikipedia.org/wiki/Gurami


0 Response to "Cara Budidaya Ikan Gurame"

Posting Komentar